Hadist Nabi riwayat Abu Daud, Ahmad, Bukhari, Darimi, Ibnu Majah, Malik, Muslim, Nasai, Tirmidzi
Saturday, December 30, 2017
Hadist Nabi [2958]
Telah bercerita kepada kami [Ya'qub] telah bercerita kepada kami [ayahku] dari [Ibnu Ishaq] telah bercerita kepadaku [Yazid bin 'Abdullah bin Qusaith] dari [Al Qa'qa' bin 'Abdullah bin Abu Hadrad] dari [ayahnya, 'Abdullah bin Abu Hadrad] berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam mengutus kami ke Idlam, aku pergi bersama beberapa kalangan muslimin, diantara mereka ada Abu Qatadah Al Harits bin Rib'i dan Muhallim bin Jatstsamah bin Qais, kami pergi hingga perada di tengah-tengah Idlam, saat itu 'Amir Al Asyaja'i melintasi kami bersama beberapa orang yang tidak turut perang, ia membawa timba dan wadah susu dari kulit. Saat melintasi kami, 'Amir mengucapkan salam, kami menangkapnya lalu dibawa oleh Muhallim bin Jatstsamah lalu membunuhnya karena suatu hal yang terjadi diantara keduanya, Muhallim mengambil unta dan perbekalannya. Saat kami mendatangi Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam dan kami memberitahukan peristiwa itu kepada beliau, turunlah ayat Al Quran berkenaan dengan kami: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak, begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmatNya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (An-Nisaa': 94) (HR Ahmad)
Telah bercerita kepada kami [Harun] telah bercerita kepada kami ['Abdullah bin Wahab] telah mengkhabarkan kepadaku [Abu Shakhr] dari ['Abdullah bin Mu'attib bin Abu Burdah Azh Zhafari] dari [ayahnya] dari [kakeknya] berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan lahir dari dua dukun seseorang yang mempelajari Al Quran dengan pejalaran yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun setelahnya." (HR Ahmad)
Telah bercerita kepada kami [Ya'qub] telah bercerita kepadaku [ayahnya] dari [Muhammad bin Ishaq] telah bercerita kepadaku [Muhammad bin Ja'far bin Az Zubair] berkata: Aku mendengar [Ziyad bin Dlamrah bin Sa'id As Sulami] bercerita kepada 'Urwah bin Az Zubair dari [ayahnya, Dlamrah] dan dari [kakeknya], keduanya turut serta dalam perang Hunain bersama Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam, keduanya berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam shalat zhuhur bersama kami lalu beliau menghampiri naungan pohon, beliau duduk di sana saat berada di Hunain. Al Aqra' bin Habis dan 'Uyainah bin Hishn bin Hudzaifah bin Badr menghampiri beliau, keduanya mempersengketakan 'Amir bin Al Adlbath Al Asyja'i dan 'Uyainah yang menuntut balas kematian 'Amir, saat itu ia adalah pemimpin Ghathafan, dan Al Aqra' bin Habis membela kedudukan Muhallim bin Jatstsamah sebagai pemimpin dari Khindif. Persengketaan terjadi didekat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam dan kami mendengar. Kami mendengar 'Uyainah berkata: Demi Allah, wahai Rasulullah aku tidak akan meninggalkannya hingga aku menikmati wanita-wanita merdekanya seperti halnya aku menikmati istri-istriku. Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak, tapi kalian mendapatkan diyat sebesar limapuluh dalam perjalanan kami ini dan limapuluh saat kami kembali." Berkata Abu Rafi': 'Uyainah enggan menerima tawaran Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam. Tiba-tiba seseorang dari Bani Laits bernama Mukaitil, orang pendek, berdiri lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku tidak menemukan kesamaan untuk korban pembunuhan ini dipermulaan Islam melainkan seperti sekawanan kambing yang datang lalu yang ada depan dilemparkan hingga yang belakang lari. Buatlah aturan hari ini lalu rubahlah esok hari. Berkata Abu Rafi': Kemudian Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam mengangkat tangan beliau lalu bersabda: "Tidak, tapi kalian mendapatkan diyat sebesar limapuluh dalam perjalanan kami ini dan limapuluh saat kami kembali." Mereka berkata: Mana teman kalian yang dimintakan ampunan oleh Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam? Seseorang berpustur tinggi dan tegap berdiri, ia mengenakan hiasan yang dipersiapkan untuk perang, ia berjalan hingga duduk dihadapan Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam, beliau bertanya: "Siapa namamu?" orang itu menjawab: Muhallim bin Jatstsamah. Berkata Abu Rafi': Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam mengangkat tangan beliau lalu bersabda: "Ya Allah, Jangan Kau ampuni Muhallim bin Jatstsamah." Ia berdiri seraya menyumbat darahnya dengan lebihan selendangnya. Berkata Abu Rafi': Sementara itu kami berkata: Kami memohon agar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam memintakan ampunan baginya tapi inilah yang terlihat dari Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam. (HR Ahmad)
Telah bercerita kepada kami ['Ali bin Bahr] telah bercerita kepada kami [Hatim bin Isma'il] telah bercerita kepada kami [Ibnu 'Ajlan] dari ['Abbad bin Abu Rafi'] dari [Abu Ghathafan] dari [Abu Rafi', pelayan Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam] berkata: Aku menyembelih kambing untuk Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam, beliau memerintahkanku lalu aku menggoreng isi perutnya, beliau memakannya kemudian shalat dan tidak berwudlu. (HR Ahmad)
Telah bercerita kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah bercerita kepada kami ['Abdul 'Aziz bin Muhammad] dari ['Amru bin Abu 'Amru] dari [Al Mughirah bin Abu Rafi'] dari [Abu Rafi', pelayan Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam] ia melihat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam diberi lengan kambing, beliau memakannya kemudian lalu shalat dan tidak menyentuh setetes air pun. (HR Ahmad)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment