Sunday, December 31, 2017

Hadist Nabi [3113]



Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin yusuf] telah menceritakan kepada kami [Syababah] dari [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] dari [Ubay bin Ka'b], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengobatinya dengan kay (menyulut dengan besi yang telah dipanaskan)." (HR Ahmad)




Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [seseorang] yang ia sebutkan, telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Abdullah Al Asy'ari] telah menceritakan kepada kami [Isa bin Jariyah] dari [Jabir bin Abdullah] dari [Ubay bin Ka'b] radliallahu 'anhu, ia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku tadi malam telah melakukan sesuatu." Nabi bertanya; "Apa itu?" Laki-laki itu menjawab, "Aku bersama beberapa wanita dalam rumah, mereka mengatakan kepadaku, 'Sesungguhnya kamu bisa membaca sedang kami tidak membaca, maka shalatlah bersama kami.' Kemudian aku shalat delapan rakaat beserta witir." Ubay berkata, "Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diam, dan kami menganggap diamnya adalah tanda bahwa beliau menyetujuinya." (HR Ahmad)




Ia berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dia berkata, telah bercerita kepada kami [Zuhair] dan [Ibnu Idris] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Ma'mar bin Abu Habibah] dari [Ubaid bin Rifa'ah bin Rafi'] dari [Bapaknya], [Zuhair] menyebutkan dalam haditsnya- [Rifa'ah bin Rafi'] dan dia termasuk orang yang ikut dalam Bai'at Aqabah dan perang Badar- dia berkata, "Ketika kami berada di sisi Umar diberitakanlah kepadanya bahwa [Zaid bin Tsabit] berfatwa kepada orang-orang di masjid." [Zuhair] menyebutkan dalam haditsnya, "(Zaid) Memberi fatwa kepada orang-orang dengan dasar pikirannya tentang seorang laki-laki yang bersetubuh namun tidak keluar air mani." Lalu Umar berkata, "Segera temui dia!" Maka Zaid dipanggil dan dibawa ke hadapan Umar, Umar berkata, "Wahai orang yang memusuhi dirinya sendiri, apakah kamu layak berfatwa kepada manusia di masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan pikiranmu?" Zaid menjawab, "Aku tidak melakukan demikian, hanya saja aku telah mendapatkan cerita dari pamanku yang telah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Umar bertanya, "Siapa dia?" Zaid menjawab, " [Ubay bin Ka'b]." [Zuhair], [Abu Ayyub] dan [Rifa'ah bin Rafi'] lalu berkata, "Aku lalu memperhatikan dengan apa yang dikatakan oleh pemuda ini." [Zuhair] menyebutkan, "Apa yang dikatakan oleh anak laki-laki ini." Ubay berkata, "Kami melakukannya pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Zaid berkata, "Kemudian kalian bertanya tentang hal itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Ubay menjawab, "Kami melakukannya pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan kami tidak mandi, " maka orang orang berkumpul dan bersepakat bahwa air itu karena adanya (tidak mandi jika tidak ada mani) kecuali dua orang yang tidak sepakat; Ali bin Abu Thalib dan Mu'adz bin Jabal. Keduanya mengatakan, "Apabila dua khitan telah bertemu maka wajib mandi." Zaid berkata, "Maka Ali berkata, "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya orang yang paling tahu tentang masalah ini adalah para isteri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Lalu Umar pun mengutus seseorang untuk bertanya kepada Hafshah, lalu Hafshah berkata, "Saya tidak tahu tentang hal ini." Uamr lalu mengutus seseorang kepada [A'isyah], dan dia berkata, "Apabila dua khitan bertemu maka wajib mandi." Zaid berkata, "Maka meluap-luaplah kemarahan Umar seraya berkata, "Tidaklah sampai berita kepadaku bahwa seseorang melakukan persetubuhan namun ia tidak mandi kecuali aku pasti akan menghukumnya dengan hukuman yang berat!" Telah bercerita kepada kami Abdullah dia berkata, telah bercerita kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dia berkata, telah bercerita kepada kami [Abdul A'la bin Abdul A'la] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Ma'mar bin Habibah] dari [Ubaid bin Rifa'ah bin Rafi'] dari [Bapaknya] kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengannya." (HR Ahmad)




Abdullah berkata, telah menceritakan kepadaku [Abu Ma'mar] ia berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Abdul Hamid bin Ja'far] dari [Ala` bin Abdurrahman] dari [Ayahnya] dari [Abu Hurairah] dari [Ubay bin Ka'b] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah surat yang tidak diturunkan dalam At Taurat, atau dalam Zabur, atau dalam Injil, atau dalam Al-Qur'an yang semisal itu?" Aku menjawab, "Tentu." beliau bersabda: "Saya ingin sebelum keluar dari pintu itu kamu telah mengetahuinya." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan akupun berdiri bersamanya, lalu beliau memegang tanganku dan berbicara denganku hingga mendekati pintu." Ubay berkata, "Lantas aku mengingatkan beliau, aku katakan, "Wahai Rasulullah, apa surat yang engkau katakan kepada saya?" Beliau menjawab: "Apa yang kamu baca jika kamu berdiri untuk shalat?" Kemudian beliau membaca Fatihatul Kitab (surat Al fatihah) seraya bersabda: "Itulah yang aku maksud, ia adalah As Sab'ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) dan Al Qur'an yang agung yang telah diberikan kepadaku." Abdullah berkata, "Aku bertanya kepada bapakku, dia menjawab, "Dari Al 'Ala bin 'Abdurrahman dan Suhail bin Abu Shalih. Ia mendahulukan Al 'Ala ketimbnag Suhail, lalu ia berkata, "Saya belum pernah mendengar seseorang menyebutkan Al 'Ala dengan sesuatu hal yang jelek." Abu Abdurrahman berkata, "Aku lebih menyukai Abu Shalih daripada Al 'Ala." (HR Ahmad)




Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Muhammad bin Abdullah bin Numair] dan ini adalah lafadz Ibnu Numair, Ia berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Abdul Hamid bin Ja'far] dari [Ala` bin Abdurrahman bin Ya'qub] dari [Ayahnya] dari [Abu Hurairah] dari [Ubay bin Ka'b] radhiallahu Ta'ala 'anhuma, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Azza Wa Jalla tidak menurunkan dalam Taurat maupun Injil seperti Ummul Qur'an, ia adalah As Sab'ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang), ia terbagi untuk-Ku dan untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku ia akan mendapat apa yang ia minta." (HR Ahmad)


No comments:

Post a Comment