Monday, January 1, 2018

Hadist Nabi [3168]



Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq], telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Budail Al 'Uqaili], telah mengabarkan kepadaku ['Abdullah bin Syaqiq], bahwa ia diberitahu oleh [orang] yang pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika di wadi al-Qura, saat itu beliau sedang berada di atas kudanya. Beliau ditanya oleh seorang laki-laki dari Bulqin. Katanya; "Wahai Rasulullah, siapakah mereka." Beliau menjawab; "Mereka adalah orang-orang yang di murkai" -sambil menunjuk ke arah orang-orang Yahudi- Dia bertanya lagi, "Lalu, siapakah orang-orang itu?" Beliau menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang sesat." Yaitu, orang-orang Nashrani. Kata dia; "Lalu ada seseorang mendatanginya dan mengatakan, 'Maula, atau budakmu Fulan mati syahid.' Beliau bersabda: "Bahkan, ia diseret ke Neraka karena mantel yang telah ia curi." (HR Ahmad)




Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far], telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dan [Yazid], ia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Hafshah] dari [Abu 'Aliyah] dari [Al Anshari], [Yazid] mengatakan dari [seorang laki-laki] Anshar, dia berkata; "Aku keluar dari keluargaku hendak menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika aku berdiri di sisi beliau, tiba-tiba ada seseorang yang sedang menghadap beliau. Aku mengira ada urusan di antara mereka berdua." Orang Anshar tadi berkata; 'Demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah berdiri (lama) hingga aku kasihan terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karena lamanya berdiri. Ketika akan beranjak, kukatakan; 'Wahai Rasulullah, laki-laki itu telah bersama Anda hingga saya kasihan terhadap Anda karena lamanya berdiri.' Beliau bersabda: "Apakah kau benar-benar melihatnya." Kujawab, 'Ya.' Beliau bertanya: "Tahukah kau siapa dia?" Kujawab; 'Tidak.' Beliau bersabda: "Dia adalah Jibril alaihissalam. Jibril selalu berwasiat kepadaku (suapaya berbuat baik) terhadap tetangga hingga kukira seakan-akan tetangga juga akan memperoleh harta warisan." Sabda beliau lagi; "Ketahuilah, sesungguhnya jika kau mengucap salam kepadanya, niscaya ia akan menjawab salammu." (HR Ahmad)




Telah menceritakan kepada kami ['Affan]; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah]; telah menceritakan kepada kami [Abu Bisyr] dari [Abdullah bin Syaqiq] dari [Raja` bin Abu Raja` Al Bahili] dari [Mihjan], 'Affan menjelaskan; dia adalah Ibnu Al `Adra'. Ahmad bin Hambal berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Al Jurairi] dari [Abdullah bin Syaqiq] dari [Mihjan bin Al `Adra'], Raja`menuturkan; Aku berangkat bersama Mihjan di suatu hari hingga ketika kami sampai di masjid Bashrah kami bertemu dengan Buraidah Al Aslami di salah satu pintu masjid sedang duduk, -ia melanjutkan; - dan di dalam masjid ada seseorang yang dipanggil dengan sebutan Subkah, ia memanjangkan shalatnya. Ketika kami sampai di pintu masjid dan Buraidah sedang ada disana, -dan Buraidah adalah orang yang suka berkelakar- dia bertanya; 'Wahai Mihjan, kenapa engkau tidak melaksanakan shalat sebagaimana shalatnya Sukbah? ' Raja` melanjutkan; Mihjan tidak menjawab sepatah kata pun kepadanya dan ia pun pulang. Kemudian [Mihjan] berkata padaku; sesungguhnya Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam pernah menggandeng tanganku menaiki gunung Uhud kemudian menghadap ke arah Madinah dan bersabda: "Celakalah ibu suatu negri yang di tinggalkan penduduknya, seperti halnya negri yang penuh dengan aktifitas. Kemudian Dajjal datang, akan tetapi dia mendapati di setiap pintunya terdapat Malaikat menghunus senjata, maka dia tidak dapat memasukinya." Kemudian beliau turun sehingga kami sampai di pelataran masjid, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat seseorang yang shalat di masjid, dia bersujud dan ruku, bersujud dan ruku, kemudian beliau bertanya padaku; "Siapa orang ini?" maka Aku menghadap beliau dan berkata; 'wahai Rasulullah, dia ini adalah fulan, dia ini seperti ini dan seperti ini.' Beliau bersabda: "Diam kamu, janganlahkamu memperdengarkan kepadanya, karena bisa jadi kamu merusak (shalat) nya, " kemudian beliau pergi hingga sampai di rumah, beliau melepas pegangan tanganku seraya bersabda: "Sungguh kebaikan agama kalian adalah kemudahannya, kebaikan agama kalian adalah kemudahannya, kebaikan agama kalian adalah karena kemudahannya." (HR Ahmad)




Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far], telah menceritakan kepada kami [Kahmas] -dan [Yazid], dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Kahmas] - ia berkata; Aku mendengar [Abdullah bin Syaqiq] bahwa [Mihjan bin Al `Adra'] berkata; Nabiyullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam pernah mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian beliau mencegatku ketika aku berada di luar dari salah satu jalan kota Madinah. -Ia melanjutkan; - Lalu aku bertolak bersama beliau hingga kami mendaki gunung Uhud dan kami menghadap ke Madinah, beliau berkata; "Celakalah induk kampung ini, pada suatu hari ketika penduduknya meninggalkannya, " -menurut lafadz [Yazid] berkata; seperti buah-buahan yang matang, - Mihjan berkata; aku bertanya; 'Wahai nabi Allah, siapa yang makan buah-buahannya?.' Beliau bersabda: "Burung-burung yang sehat dan hewan buas." Beliau menlanjutkan: "Dan dajjal tidak akan memasukinya, setiap kali ia hendak memasukinya, maka di setiap jalan setapak ia berhadapan dengan malaikat yang menghunus (pedang), ' kemudian kami kembali hingga sampai di pintu masjid, disana ada seseorang yang sedang shalat, beliau bertanya; "Apakah kamu mengira ia adalah orang yang jujur?" Aku berkata; 'Wahai Nabi Allah si fulan ini adalah orang yang baik di Madinah, ' atau dia berkata; 'orang Madinah yang paling banyak shalatnya.' Belaiu bersabda: "Janganlah engkau memperdengarkannya, hingga kamu dapat merusak shalatnya" (beliau mengatakannya dua atau tiga kali), "sungguh kalian adalah umat yang dikehendaki mendapatkan keringanan." Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj], telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Abu Bisyr] berkata; Aku mendengar [Abdullah bin Syaqiq] menceritakannya dari [Raja` bin Abu Raja` Al Bahili] dari [Mihjan] seseorang dari kalangan Aslam, lalu dia menyebutkan seperti diatas. (HR Ahmad)




Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Mughirah], telah menceritakan kepada kami [Humaid], telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Shamit] dari [Abu Dzarr] ia berkata; Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya sepeninggalku kelak, akan ada segolongan orang dari umatku yang membaca Al Qur'an, tapi tidak melebihi tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Setelah itu, mereka tidak akan kembali lagi kepadanya (agama). Mereka adalah seburuk-buruk makhluk dan ciptaan." [Ibnu Shamit] mengatakan; "Kutemui [Rafi'], lantas aku sampaikan hadits ini kepadanya." Dia berkata; "Aku juga mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." (HR Ahmad)


No comments:

Post a Comment