Hadist Nabi riwayat Abu Daud, Ahmad, Bukhari, Darimi, Ibnu Majah, Malik, Muslim, Nasai, Tirmidzi
Thursday, November 30, 2017
Hadist Nabi [127]
Telah mengkhabarkan kepada kami ['Amr bin Ali], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdur Rahman], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdur Rahman bin Abu 'Alqamah], dia berkata; "Saya mendengar [Ibnu Umar] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Panjangkan jenggot dan pendekkan kumis." (HR Nasai)
Telah mengkhabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdur Rahman], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdur Rahman bin ' Alqamah] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Pendekkan kumis dan panjangkan jenggot." (HR Nasai)
Telah mengkhabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; "Lima perkara termasuk dari fithrah, yaitu; memotong kuku, menggunting kumis, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, serta berkhitan." (HR Nasai)
Telah mengkhabarkan kepada kami [Humaid bin Mas'adah] dari [Bisyr], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdur Rahman bin Ishaq] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lima perkara termasuk dari fithrah yaitu; khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, memendekkan kumis." Hadits tersebut diwaqafkan oleh Malik. (HR Nasai)
Telah mengkhabarkan kepada kami [Qutaibah], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abu Bisyr] dari [Thalq bin Habib], dia berkata; "Sepuluh perkara yang termasuk perkara sunnah yaitu; menggosok gigi, memotong kumis, berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung, memanjangkan jenggot, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, berkhitan, mencukur bulu kemaluan, dan mencuci dubur." Abu Abdur Rahman berkata; "Sedangkan hadits Salman At Taimi dan Ja'far bin Iyas lebih dekat dengan kebenaran daripada hadits Mush'ab bin Syaibah. Mush'ab adalah orang yang haditsnya mungkar." (HR Nasai)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment